51 Dampak Negatif Maksiat dan Dosa (Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah) – 1

51 Dampak Negatif Maksiat dan Dosa 

(Bagian pertama, 1 – 17)


Dirangkum dari BAB 2 

– Kitab Ad-Daa’ wa Ad-Dawaa’ –

– karya Al-Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah 


bismillah1

Termasuk perkara yang seharusnya diketahui bahwasanya dosa dan kemaksiatan pasti menimbulkan mudharat atau kerugian. Mudharatnya bagi hati seperti mudharat yang ditimbulkan oleh racun bagi tubuh, yaitu memiliki tingkatan yang beragam.

Ali bin Ja’ad menuturkan: Kami diberi tahu Syu’bah dari Amr bin Murrah, dia berkata: Aku mendengar Abul Bukhturi mengatakan: Aku diberitahu oleh salah seorang yang pernah mendengar Sabda Nabi Sallallahu alaihi wasallam. Beliau bersabda: “Manusia tidak akan binasa hingga diri mereka banyak berbuat dosa.” Baca lebih lanjut

Iklan

Catatan Kajian Ustadz Dzulqarnain – Kitab Tauhid – 5

Rangkuman Catatan dari Daurah Pertemuan Keempat (Pendahuluan 3)
Pembahasan Kitab Tauhid karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab At Tamimi

Pemateri: Ustadz Dzulqarnain M Sanusi Hafidzahullahu Ta’ala

Materi berupa audio bisa di download di sini : >>link download<<
Untuk melihat isi Kitab Tauhid dalam format pdf di sini : Kitab tauhid – Syaikh Muhammad At-Tamimi


bismillah1

– Pembahasan Bab Pendahuluan Kitabut Tauhid (ayat ke-3: QS. Al Isra’, 23-24)

“Dan Rabbmu (Tuhanmu) telah memerintahkan supaya kalian tidak beribadah kecuali hanya kepada-Nya, dan hendaklah kalian berbuat baik kepada orangtua kalian dengan sebaik-baiknya. Apabila salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia tua, maka sekali-kali janganlah kalian mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” (kata bantahan atau semisalnya). Dan jangan kalian membentak/menghardik mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. (QS. Al Isra’, 23)

Dan rendahkanlah diri kalian terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan, dan berdoalah kepada keduanya : “Wahai Tuhanku, rahmatilah mereka keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidikku semenjak aku kecil” (QS. Al Isra’, 24).

– Penjelasan Kata Qodho –

>> Qodho : artinya memerintah, mewasiatkan. Termasuk qodho syar’i (perintah yang sifatnya syar’i)

>> Qodho dibagi 2

  • Qodho syar’i : Bisa terjadi dan tidak
  • Qodho kauni : Sudah pasti terjadi

*Soal qodho atau iradah lihat penjelasan di catatan pertemuan ke-4  Baca lebih lanjut

Catatan Kajian Ustadz Dzulqarnain – Kitab Tauhid – 4

Rangkuman Catatan dari Daurah Pertemuan Keempat (Pendahuluan 2)
Pembahasan Kitab Tauhid karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab At Tamimi

Pemateri: Ustadz Dzulqarnain M Sanusi

Materi berupa audio bisa di download di sini : >>link download<<
Untuk melihat isi Kitab Tauhid dalam format pdf di sini : Kitab tauhid – Syaikh Muhammad At-Tamimi


bismillah1
– Pembahasan Bab Pendahuluan Kitabut Tauhid (ayat pertama
Adz Dzariyat, 56)

*Lanjutan pembahasan ayat pertama : Adz Dzariyat, 56

Allah berfirman dalam surah Adz-Dzariyat (56): “Tidak Aku ciptakan jin dan manusia melainkan hanya untuk beribadah kepada-Ku.”

– Penjelasan Ibadah –

>> Definisi ibadah (Al-Ubudiyyah) secara bahasa: berasal dari kata yang bermakna “yang hina”. Sehingga di dalamnya terkandung makna menghinakan diri atau merendahkan diri.

>> Perkataan Ulama mengenai definisi ibadah Baca lebih lanjut

Catatan Kajian Ustadz Dzulqarnain – Kitab Tauhid – 3

Rangkuman Catatan dari Daurah Pertemuan Ketiga (Pendahuluan 1)
Pembahasan Kitab Tauhid karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab At Tamimi

Pemateri: Ustadz Dzulqarnain M Sanusi

Materi berupa audio bisa di download di sini : >>link download<<
Untuk melihat isi Kitab Tauhid dalam format pdf di sini : Kitab tauhid – Syaikh Muhammad At-Tamimi

bismillah1

– Mengenai Pendahuluan Kitab –

>> Di semua cetakan Kitabut Tauhid termasuk manuskripnya diawali dengan:

bismi-llāhi r-raḥmāni r-raḥīm : بسم الله الرحمن الرحيم

Namun memang ada beberapa cetakan yang tidak mencantumkan basmalah di awal. Penulis Fathul Majid (Kitab Fathul Majid Syarh Kitab at-Tauhid, Penulis Al Allamah Abdurrahman bin Hasan Alu Asy Syaikh) mengatakan bahwa di cetakan yang beliau pegang langsung dari penulis (Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab) ada tambahan Alhamdulillah washallallahu ala muhammadin wa ala alihi wasahbihi wasallam. Namun dikebanyakan cetakan, ini tidak ditulis.

>> Kitab dibuka dengan bismillahirahmanirahim, hal ini dilakukan karena:

1. Mencontoh Al-Qur’an yang pada setiap surahnya dimulai dengan bismillahirahmanirahim (kecuali pada surah At-Taubah di Al-Qur’an, tidak dimulai dengan basmallah menurut kesepakatan para sahabat dan diikuti para ulama setelahnya).

2. Mengikuti sunnah Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam.

Di mana Nabi Sallallahu alaihi wasallam dalam surat-surat beliau mulai dengan bismillahirahmanirahim. Saat beliau membuat perjanjian hudaibiyah beliau memerintah Ali bin Abi Thalib untuk memulai menulisnya dengan bismillahirahmanirahim.

3. Karena ini yang berjalan di kalangan para Ulama setiap memulai penulisan-penulisan dengan bismillahirahmanirahim.

Sebagian Ulama ada yang berdalil dengan hadist: Setiap perkara yang bernilai (memiliki kepentingan) tidak dimulai dengan bismillahirahmanirahim maka perkara tersebut adalah perkara yang terputus.

– Penjelasan Makna Basmallah –

>> Artinya: dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

>> Terdapat 3 unsur dalam kata bismillahirahmanirahim: Baca lebih lanjut

Catatan Kajian Ustadz Dzulqarnain – Kitab Tauhid – 2

Rangkuman Catatan dari Daurah Pertemuan Ke-2 (Muqaddimah 2)
Pembahasan Kitab Tauhid karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab At Tamimi -Rahimahullah-

Pemateri: Ustadz Dzulqarnain M Sanusi

Materi berupa audio bisa di download di sini : >>link download<< 

Untuk melihat isi Kitab Tauhid dalam format pdf di sini : Kitab tauhid – Syaikh Muhammad At-Tamimi

bismillah1

Di dalam pembahasan tauhid yang dibahas adalah hal-hal yang berkaitan dengan Allah Subhanahu wa ta’ala dan peribadatan kepada-Nya. Tauhid Uluhiyyah secara khusus. Adapun di buku-buku tauhid para ulama terdahulu (sekitar sebelum abad ke-5), kebanyakan pembahasan tauhid adalah dalam uraian tauhid asma was sifat–sedangkan tauhid rububiyah dan uluhiyyah dibahas secara umum saja tidak sedetail para ulama setelahnya–karena penyimpangan yg pertama terjadi di masa itu adalah penyimpangan terhadap nama-nama & sifat-sifat Allah. Adapun ulama setelahnya banyak membahas tauhid uluhiyyah lebih mendalam, karena syirik-syirik dalam uluhiyyah sedang banyak terjadi. Dan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab Rahimahullah memfokuskan tauhid uluhiyyah karena inilah masalah yang terjadi di masa beliau (juga di masa sekarang). Seperti pengagungan terhadap kuburan, tempat keramat, tersebarnya sihir, perdukunan, dsb. Hal-hal tersebut sangat banyak ditemui dan dianggap sebagai hal yang biasa.

– Hukum mempelajari ilmu tauhid –

Hukum mempelajari ilmu tauhid adalah fardu ‘ain secara global/umum. Meskipun ada sebagian hal yang berhubungan dengan ilmu tauhid sifatnya fardu kifayah.

>> Ibnu Abdil Bar Rahimahullah : Para ulama sepakat bahwa dari ilmu itu ada yang fardu ‘ain (wajib untuk setiap orang mempelajarinya, kalau seorang tidak mengetahui ia tetap berdosa) dan ada yang fardu kifayah (apabila ada satu/sebagian orang yang sudah menegakannya maka gugur kewajiban di atas penduduk kota/negeri tsb).

>> Ibnu Taymiyyah Rahimahullah : Menuntut ilmu syar’i adalah fardu kifayah, kecuali pada hal-hal yang fardu ‘ain, yaitu seperti orang yang menuntut ilmu yang Allah Subhanahu wa ta’ala perintah kepadanya (tauhid adalah perintah teragung) dan meninggalkan yang dilarang Allah Subhanahu wa ta’ala (meninggalkan kesyirikan adalah larangan yang terbesar).

Tauhid adalah awal kewajiban dan akhir dari kewajiban. Karena tauhid adalah: Baca lebih lanjut

Catatan Kajian Ustadz Dzulqarnain – Kitab Tauhid – 1

Rangkuman Catatan dari Daurah Pertemuan Pertama (Muqaddimah 1)
Pembahasan Kitab Tauhid karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab At Tamimi -Rahimahullah-

Pemateri: Ustadz Dzulqarnain M Sanusi

Materi berupa audio bisa di download di sini : >>link download<< 

Untuk melihat isi Kitab Tauhid dalam format pdf di sini : Kitab tauhid – Syaikh Muhammad At-Tamimi

bismillah1

– Tauhid Adalah Ilmu yang Paling Mulia –

Tauhid adalah ilmu yang paling mulia. Kemuliaan suatu ilmu mengikuti tentang apa yang dipelajari. Tauhid berbicara tentang Allah dan menerangkan bagaimana seseorang memurnikan ibadah kepada Allah Yang Paling Mulia, Paling Besar dan Paling Perkasa. Jadi, ilmu yang mempelajari tentang Allah Subhanahu wa ta’ala adalah ilmu yang paling mulia di sisi-Nya. Tauhid adalah pondasi dan syarat diterimanya amalan, Allah Ta’ala tidak ridho amalan sebuah hamba tanpa didasari tauhid. Tak ada jalan menuju cinta dan rahmat Allah Subhanahu wa ta’ala kecuali melalui tauhid.

Tauhid adalah sumber kebaikan dan dasar segala kebahagian yang diperlukan oleh seorang hamba. Baca lebih lanjut

TIGA BELAS KUNCI REZEKI

bismillah1

rejeki
Kunci-kunci dan sebab-sebab datangnya rezeki yang paling penting, yang dengan itu dimohon turunnya rezeki dari Allah subhanahu wa ta’ala adalah:

1. Istigfar dan taubat kepada Allah subhanahu wa ta’ala dari segala dosa:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala tentang Nabi Nuh ‘alaihissalaam, 

فَقُلۡتُ ٱسۡتَغۡفِرُواْ رَبَّكُمۡ إِنَّهُۥ كَانَ غَفَّارٗا يُرۡسِلِ ٱلسَّمَآءَ عَلَيۡكُم مِّدۡرَارٗا وَيُمۡدِدۡكُم بِأَمۡوَٰلٖ وَبَنِينَ وَيَجۡعَل لَّكُمۡ جَنَّٰتٖ وَيَجۡعَل لَّكُمۡ أَنۡهَٰرٗا

“…Maka aku katakan kepada mereka: “Mohonlah ampun kepada Rabbmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun” niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh: 10-12)


Firman Allah subhanahu wa ta’ala tentang Hud ‘alaihissalaam, 
Baca lebih lanjut

Meraih Pertolongan Allah Ta’ala dengan Sabar & Sholat

Meraih Pertolongan Allah Ta’ala dengan Sabar dan Sholat

bismillah1

Allah ta’ala berfirman,

10450538_369575626525259_1026753406041511198_n

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلا عَلَى الْخَاشِعِينَ

“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.” [Al-Baqoroh: 45] Baca lebih lanjut

Doa Ketika Kaget Dari Tidur

Dari ‘Amru bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, sesungguhnya Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Apabila salah seorang di antara kalian kaget dari tidurnya, hendaknya ia berkata,

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ غَضَبِهِ وَعِقَابِهِ وَشَرِّ عِبَادِهِ وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِيْنِ وَأَنْ يَحْضُرُوْنِي

A’ûdzu bikalimâtillâhit tâmmâti min ghadhabihi wa ‘iqâbihi wa syarri ‘ibâdihi wa min hamazâtisy syayâthîni wa an yahdhurûnî.
‘Saya berlindung dengan kalimat-kalimat Allah Yang Maha Sempurna dari kemurkaan dan siksaan-Nya, dari kejelekan segenap hamba-Nya, dan dari bisikan-bisikan syaithan dan mereka menyurupiku.’

Niscaya hal tersebut tidak akan membahayakannya.”

[Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, dan Al-Hakim. Dihasankan oleh Syaikh Al-Albâny dalam Ash-Shahîhah no. 264]

Sumber : facebook fanpage Ustadz Dzulqarnain

Doa Ketika Melihat Hal Yang Tidak Menyenangkan

وَلِأَبِي دَاوُدَ بِسَنَدٍ صَحِيحٍ عَنْ عُرْوَةَ بنِ عَامِرٍ قَالَ: ذُكِرَتِ الطِّيَرَةُ عِنْدَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: (أَحْسَنُهَا الْفَأْلُ،

وَلَا تَرُدُّ مُسْلِمًا، فَإِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ مَا يَكْرَهُ فَلْيَقُلْ: اللهُمَّ لَا يَأْتِي بِالْحَسَنَاتِ إِلَّا أَنْتَ، وَلَا يَدْفَعُ السَّيِّئَاتِ إِلَّا أَنْتَ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِكَ).

(Diriwayatkan) oleh Abu Dawud dengan sanad yang shahih dari ‘Urwah bin ‘Âmir, beliau berkata, “Disebutkan tentang thiyarah di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam maka beliau bersabda, “Yang terbaik adalah al-fa`l. (Thiyarah) tersebut tidak boleh (menjadi sebab yang) menghentikan seorang muslim (dari niatnya). Apabila salah seorang di antara kalian melihat sesuatu yang tidak dia senangi, hendaknya ia berdoa, ‘Allâhumma lâ ya`tî bilhasanâti illâ anta, wa lâ yadfa’us sayyi`âti illâ anta, wa lâ haula wa lâ quwwata illâ bika ‘Ya Allah, tiada yang dapat mendatangkan kebaikan, kecuali Engkau, tiada pula yang dapat menolak keburukan, kecuali Engkau, serta tiada upaya dan kekuatan kecuali dengan (pertolongan)-Mu.’.” Baca lebih lanjut