Catatan Kajian Ustadz Dzulqarnain – Kitab Tauhid – 2

Rangkuman Catatan dari Daurah Pertemuan Ke-2 (Muqaddimah 2)
Pembahasan Kitab Tauhid karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab At Tamimi -Rahimahullah-

Pemateri: Ustadz Dzulqarnain M Sanusi

Materi berupa audio bisa di download di sini : >>link download<< 

Untuk melihat isi Kitab Tauhid dalam format pdf di sini : Kitab tauhid – Syaikh Muhammad At-Tamimi

bismillah1

Di dalam pembahasan tauhid yang dibahas adalah hal-hal yang berkaitan dengan Allah Subhanahu wa ta’ala dan peribadatan kepada-Nya. Tauhid Uluhiyyah secara khusus. Adapun di buku-buku tauhid para ulama terdahulu (sekitar sebelum abad ke-5), kebanyakan pembahasan tauhid adalah dalam uraian tauhid asma was sifat–sedangkan tauhid rububiyah dan uluhiyyah dibahas secara umum saja tidak sedetail para ulama setelahnya–karena penyimpangan yg pertama terjadi di masa itu adalah penyimpangan terhadap nama-nama & sifat-sifat Allah. Adapun ulama setelahnya banyak membahas tauhid uluhiyyah lebih mendalam, karena syirik-syirik dalam uluhiyyah sedang banyak terjadi. Dan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab Rahimahullah memfokuskan tauhid uluhiyyah karena inilah masalah yang terjadi di masa beliau (juga di masa sekarang). Seperti pengagungan terhadap kuburan, tempat keramat, tersebarnya sihir, perdukunan, dsb. Hal-hal tersebut sangat banyak ditemui dan dianggap sebagai hal yang biasa.

– Hukum mempelajari ilmu tauhid –

Hukum mempelajari ilmu tauhid adalah fardu ‘ain secara global/umum. Meskipun ada sebagian hal yang berhubungan dengan ilmu tauhid sifatnya fardu kifayah.

>> Ibnu Abdil Bar Rahimahullah : Para ulama sepakat bahwa dari ilmu itu ada yang fardu ‘ain (wajib untuk setiap orang mempelajarinya, kalau seorang tidak mengetahui ia tetap berdosa) dan ada yang fardu kifayah (apabila ada satu/sebagian orang yang sudah menegakannya maka gugur kewajiban di atas penduduk kota/negeri tsb).

>> Ibnu Taymiyyah Rahimahullah : Menuntut ilmu syar’i adalah fardu kifayah, kecuali pada hal-hal yang fardu ‘ain, yaitu seperti orang yang menuntut ilmu yang Allah Subhanahu wa ta’ala perintah kepadanya (tauhid adalah perintah teragung) dan meninggalkan yang dilarang Allah Subhanahu wa ta’ala (meninggalkan kesyirikan adalah larangan yang terbesar).

Tauhid adalah awal kewajiban dan akhir dari kewajiban. Karena tauhid adalah:

  • Awal kewajiban untuk beriman dan beribadah hanya kepada Allah Subhanahu wa ta’ala, dan kepada Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam.
  • Tujuan awal dakwah pada Rasul
  • Pertanyaan awal di alam kubur
  • Awal persinggahan jalan menuju akhirat
  • Awal kedudukan yg harus ditempuh bagi orang yg berjalan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala
  • Tauhid juga merupakah akhir kewajiban,
    >> Berdasarkan dalil hadist Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam : “Siapa yg akhir ucapannya Laa ilaha illallah ia masuk surga.”

– Dari mana Ilmu Tauhid Diambil –

Banyak orang memahami bahwa ia akan menjawab pertanyaan malaikat dalam kubur harus memiliki akidah yang benar, tapi dari mana ia mengambil dan mempelajari akidahnya, inilah yang banyak kerancuan.

Ilmu Tauhid diambil dari:

  • Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam
  • Kesepakatan Ulama (Dari nukilan yg shahih disepakati oleh kaum muslimin, mencakup Al-Qur’an dan Sunnah)

1a. Al-Qur-an
>> Allah berfirman dalam surah An-Nahl (89) : Kami menurunkan kepadamu Muhammad Al-Kitab (Al-Qur’an) sebagai penjelas segala sesuatu (akidah bagian dari yang dijelaskan dalam Al-Kitab).

>> Allah berfirman dalam surah Al Israa (9) : Sesungguhnya Al-Qur’an memberikan petunjuk pada jalan yang paling lurus.

1b. Sunnah Rasulullah Sallallahu alahi wasallam
>> Allah berfirman dalam surah al-Hasyr (7): Apa yang dibawa oleh Rasul terimalah dia, dan apa yang dilarang oleh Rasul tolaklah dia.
Hendaknya kalian berhenti dari apa yang dilarang oleh Rasul. Allah sifatkan pada Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam dengan tidak pernah berucap dari hawa nafsunya. Setiap yang beliau ucapkan adalah wahyu yg diwahyukan Allah Subhanahu wa ta’ala kepada beliau.

>> Hadist dari Abu Darda, diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Majah dan Al-Hakim, dishahihkan Al-Albany dalam Zhilalul Jannah. Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam bersabda : Sungguh aku telah meninggalkan kalian di atas petunjuk yg sangat putih. Malamnya sama dengan siangnya Tidak ada yg menyimpang darinya kecuali ia pasti binasa.

Berbeda dengan akidah ahlu sunnah yang terang dan jelas, sedangkan ahlul bid’ah berdalih mengambil dari Al-Qur’an dan Sunnah, tapi dalam prakteknya mereka mengikuti Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam dengan mencocoki hawa nafsunya saja. Jika bertentangan dengan hawa nafsu, bertentangan dengan adat, bertentangan dengan perbuatan guru, maka mereka akan mengakali Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam dengan mendatangi hadist-hadist lemah dan palsu tentang hal tersebut.

2. Kesepakatan ulama
>> Sesungguhnya agama Islam dibangun mengikuti Al-Qur’an, Sunnah, serta mengikuti kesepakatan di tengah umat (kesepakatan para ulama). Tiga dasar pokok terjaga dari kesalahan.

>> Allah berfirman dalam surah An-Nisaa (115): Barang siapa yang durhaka kepada Rasul dan menyelesihi jalan (kesepakatan) kaum mukminin, Kami akan biarkan dia dalam kesesatan dan memasukannya dalam neraka jahanam, itulah seburuk-buruknya tempat kembali.

>> Tidak pernah ada silang pendapat dari kalangan ahli sunnah dalam pokok-pokok akidah, karena diambil dari kesepakatan para ulama berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam.

>> Ibnu Taymiyyah: Tidak pernah ada suatu kata sepakat di antara para ulama kecuali kesepakatan itu dibangun di atas Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam.

3. Tidak bertentangan dengan akal sehat
Ilmu tauhid atau akidah islamiah adalah perkara yang dibenarkan oleh akal yang sehat. Tidak dikatakan akal sebagai sumber pengambilan, namun akidah tidak bertentangan dengan akal sehat.

>> Firman Allah di surah Al-Anbiya (22): Andaikata di langit dan bumi ini ada banyak sesembahan selain daripada Allah, akan hancur langit dan bumi.

>> Setiap yang disembah akan pergi membawa yg Dia cipta.
Firman Allah di surah Al-Mu’minun (91) : Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada Tuhan (yang lain) beserta-Nya, kalau ada Tuhan beserta-Nya, masing-masing Tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptanya, dan sebagian dari Tuhan-Tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu.
Jika banyak yang mencipta maka takkan tegak langit dan bumi. Misalnya Tuhan yang pertama ingin langit di atas dan Tuhan kedua ingin langit di bawah.

>> Firman Allah di surah At-Tur (35) : Apakah mereka dicipta tanpa suatu keperluan atau mereka yang mencipta (diri mereka sendiri)?
Jika dia dicipta ada maksud di baliknya, maka harusnya ia tunduk kepada Yang Mencipta. Jika ia ingin keluar dari ibadah maka seharusnya ia menganggap dirinya sebagai pencipta.

4. Tidak bertentangan dengan fitrah manusia
>> QS: Ar-Ruum Ayat (30) : Tegakanlah wajahmu untuk agama Allah yg lurus. Itu adalah fitrah yang Allah telah menciptakan manusia ter-fitrah di atasnya. Tidak ada perubahan terhadap ciptaan Allah. Itulah agama yang lurus.
Definisi fitrah dari Ibnu Katsir Rahimahullah : sesungguhnya Allah menjadikan fitrah manusia itu di atas makna mengenal Allah, mentauhidkannya, dan mengakui tiada yg berhak diibadahi kecuali Dia.

>> Surah Al-An’am : Lihat kisah ketika nabi ibrahim ketika ingin mencari siapa yg ia ibadahi.

>> Rasulullah bersabda : Setiap yang dilahirkan di atas fitrah, maka orang tuanyalah yang membuatnya menjadi yahudi, nasrani, atau majusi.

– Karakteristik Tauhid dan Akidah yg Benar –

1. Sifat Tauqifiyah (segala sesuatu harus berdasarkan dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah)
>> Yaitu perkara yg terbatas pada dalil Al-Quran dan Sunnah Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam, sebab kesepakatan ulama diambil dari Al Quran dan sunnah, fitrah dan akal manusia tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam.

>> Akidah tidak bisa ditentukan dengan perasaan, dengan kiasan yang fasiq, namun harus bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam.

>> Al Imam Abul Muzhaffar As-Sam’ani: Karena pengikut kebenaran menjadikan Al-Qur’an dan As-sunnah di depan mereka sebagai panutan, mereka mencari agama ini dari Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah. Apa yg terjadi pada mereka dari pemikiran akal, dari bisikan dalam jiwa mereka hadapkan pada Al-Qur’an dan Sunnah. Jika didapatkan sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah diterima, dan mereka beryukur pada Allah ditunjukan yang benar dan diberi taufik atasnya. Namun jika bertentangan, mereka tinggalkan, dan mereka menganggap kesalahan atau kekeliruan ada pada akal mereka sendiri (kesalahpahaman). Karena sesungguhnya keduanya tidak akan menunjukan kecuali kepada yang benar, sedangkan pendapat manusia kadang benar kadang salah.

>> Abu Sulaiman Ad-Dharani : Jika jiwaku membisikan kepadaku sesuatu, aku akan minta datangkan 2 saksi (bukti) dari Al-Qur’an dan Sunnah. Jika ada dalil dari Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam maka akan diterima, jika tidak ada maka akan ditolak sama sekali.

>> Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi (As Sunan Al Qubro) : Said bin al-Musayyib melihat ada orang yang sholat setelah subuh (bukan sholah wajib), karena tidak ada sholat sunnah setelah subuh, Said menegurnya. Lalu orang itu berkata, “Ya, Abu Muhammad, apakah Allah menyiksa saya karena saya melakukan sholat?” Said menjawab, “Tidak, namun Allah menyiksamu (adzab) karena engkau menyelisihi sunnah.”
Meskipun sholat adalah kebaikan namun jika tidak ada dalil yang mendasarinya maka hal tersebut bukanlah ibadah. Begitu juga dengan ibadah-ibadah lain tanpa landasan Al-Quran dan Sunnah adalah tertolak. Agama telah sempurna termasuk masalah akidah, maka apa pun tuntunan yang tidak ada dalilnya itu adalah diluar agama.

>> Dengan tauhid yang benar, seseorang takkan lancang berbicara tanpa ilmu (didasari Al-Qur’an dan Sunnah). Seperti dalam kitab tauhid, beliau hanya menyebutkan judul bab, ayat, hadist, ucapan sahabat, kemudian beliau simpulkan manfaat dan faidahnya. Inilah ciri akidah islam (sangat berhati-hati dalam menyusunnya).

>> Dari pengaruh sifat tauqifiyah ahlu sunnah hanya mengikuti dan mencontoh dari Al-Qur’an dan As-sunnah, berhati-hati dalam berbicara dalam agama terutama dalam hal akidah.

>> Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari, Az-Zuhri (Muhammad bin Syihab) berkata : Dari Allah Ar-Risalah, kewajiban rasul adalah menyampaikan dan kewajiban kita adalah tunduk mendengar.
Hanya mengikuti dan mencontoh tidak membuat perkara baru (bid’ah) dalam bidang agama.

>> Ibnu Mas’ud, Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhum, dan selainnya, berkata : sesungguhnya kami hanya mencontoh dan kami tidak berbuat bid’ah, dan kami tidak akan tersesat selama kami berpegang pada al-atsar.

2. Sifat Wasithiyah (pertengahan)
>> Allah berfirman dalam surah Al-Baqarah (143) : Demikian Kami jadikan kalian sebagai umat pertengahan (adil, pilihan, berada di pertengahan).

>> Ahlu sunnah wal jammah selalu ada dalam sifat pertengahan. Dalam pembahasan apa saja, berkaitan dengan masalah keislaman & keimanan, masalah para sahabat, menyikapi akal, dsb.
Pada hal-hal ahlul bid’ah yg menyimpang, antara kutub ekstrim berlebihan dan kutub ekstrim menyepelekan, ahlu sunnah selalu ada di pertengahan.

3. Sesuai dengan akal dan fitrah manusia
>> Firman Allah dalam surah An-Nahl (97) : Barang siapa yang beramal shalih (wanita & laki2) dan dia adalah seorang yg beriman, pasti Kami akan menghidupkannya dengan kehidupan yang bahagia.

Jika seorang baik iman dan tauhidnya pasti ia mendapatkan kebahagian. Jika dia merasa tidak bahagia dalam berakidah, banyak keraguan, sering bertentangan dengan akalnya, ada baiknya ia periksa kembali pemahaman akidahnya atau bagaimana caranya menggunakan akalnya.

>> Salah satu dampak kesyirikan adalah merusak akal. Akal yang sehat, akal yang masih baik tidak mungkin bertentangan dengan Al Quran dan sunnah Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam.

>> Firman Allah : Berilah kabar gembira pada hamba-hamba-Ku, orang-orang yang apabila mendengarkan ucapan ia mengikuti yang paling baik di antaranya. Mereka inilah yang mendapatkan petunjuk dan memiliki hati (berpikir dengan akalnya).
Namun yang keliru adalah jika ada nash yang bertentangan dengan akal, maka nash harus ditolak atau dibawa kepada pengertian yang lain. Seolah-olah akalnya adalah yang paling benar dan bersih. Ini adalah sebab-sebab kerusakan.

4. Sifatnya Syumuliyyah (mencakup segala hal)
>> Seorang yang bertauhid kehidupannya yang paling baik, karena dengan tauhidnya ia menjadi berkah di mana pun ia menginjak bumi, di mana pun langit meneduhkannya.

>> Berkata Nabi Isa Alaihi sallam, dalam firman Allah di surah Mariam (31) : Dan aku dijadikan oleh Allah menjadi orang yang berberkah di mana pun aku berada.

– Pembahasan Tentang Kitabut Tauhid –

>> Judul lengkap kitabut tauhid : Kitab At-Tauhid Al-Ladzi Huwa Haqqullah ‘ala Al-Abid

>> Kitabut tauhid dari sisi penamaan bukan hal yg baru, beberapa ulama di masa lampau sudah pernah ada yang menulis buku dengan nama Tauhid. Di antaranya adalah Ibnu Taimiyyah (wafat 728 h), Ibnu Mandah (wafat 395 h), Abu Isma’il al-Harawi (481 h), Abdul al-Ghani al-Maqdisi. Imam Al-Bukhari, memasukan satu kitab khusus dalam shahihnya diberi judul dengan kitabut tauhid.

>> Kitabut tauhid berkaitan dengan pembahasan tauhid uluhiyyah (memurnikan ibadah hanya kepada Allah, dan meninggalkan segala bentuk kesyirikan)

>> Isi buku secara umum : menguraikan bagaimana tauhid yang dibawa para rasul, bagaimana kesempurnaan tauhid, menjelaskan tentang kesyirikan, hal-hal yang dengannya tauhid seseorang terjaga, segala pintu yang bisa mengantar kepada kesyirikan, beliau tutup pintu-pintu tsb.

>> Terdiri dari 66 bab, tiap bab minimal diawali dengan ayat + hadist, tiap bab disebutkan masail (masalah-masalah / kandungan pelajaran) paling banyak 30 masail dan paling sedikit 2 masail. Tampak dari masail-masail yg ditulis bahwa penulis adalah seorang imam besar.

>> Pembahasan di awal bab adalah pendahuluan yang berhubungan dengan ilmu tauhid, tidak diberi judul bab, menjelaskan kewajiban bertauhid bukan termasuk dalam bab pertama.

>> Sebab Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab menulis buku ini : karena di masa beliau banyak yg menyembah selain Allah, beribadah pada pohon & bebatuan, jahil terhadap tauhid, banyak tampak syirik kecil & besar. Memberikan perbaikan sesuai kemampuannya.

>> Ada dua pendapat tentang di mana tempat buku ini ditulis.

  • Syaikh menulis di Harimala, kota yang berjarak 100 mill dari daerah Riyadh.
  • Syaikh menulis buku ini ketika berada di Basrah, kemudian disempurnakan ketika beliau kembali ke kotanya.

>> Buku yang dipuji para ulama. Cucu Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab, Sulaiman bin Abdillah berkata : adalah satu-satunya kitab pada pembahasan tauhid Uluhiyyah, tidak ada yg semisal dengannya, tidak ada yg mendahuluinya dan tidak ada yg menyusulnya menulis, karena isinya telah mencakup segalanya di dalamnya.

>> Pujian2 untuk kitab tauhid dari ulama
Syaikh Abdurrahman bin Hasan – penulis Fathul Majid : telah mengumpul kebaikan yang sangat banyak dalam buku, meski buku ini ringkas, beliau masukan dalil-dalil tauhid yang cukup, juga dalil-dalil tentang penjelasan syirik .
Utsman bin Bisyr : tidak ada penulis yang menulis lebih bagus dari tulisan beliau, karena beliau telah menulis dengan sangat indah dan tinggi derajat penulisan beliau dalam buku ini.
Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafidzallahu ta’ala : kitab ini dari buku yang paling bernilai dari pembahasan tauhid karena dibangun dari dalil Al Quran dan Sunnah Rasulullah.

– Biografi singkat Muhammad bin abdul Wahhab –

>> Nama lengkap : Muhammad bin Abdul Wahhab bin Sulaiman bin Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Rasyid bin Barra bin Musyrif At-Tamimi.

>> Lahir tahun 1115 H, di Uyainah, dkt kota Riyadh.

>> Ayahnya seorang ahli fiqh, hakim pengadilan, Syeikh Muhammad bin abdul wahab belajar ilmu dr ayahnya Syeikh abdul Wahab.

>> Sudah menghapal Al Quran sebelum usia 10 thn

*Catatan: Setelah saya coba membandingkan beberapa link mengenai biografi Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab -insyaAllah- ini yang paling lengkap dan mencakup isi serta rincian untuk melengkapi penjelasan Ustadz Dzulqarnain dalam kajian ini. Untuk membaca biografi Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab lebih lengkapnya bisa lihat di link berikut :

  1. http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/biografi-sirah/al-imam-al-mujaddid-syaikhul-islam-muhammad-bin-abdul-wahhab/
  2. http://ulamasunnah.wordpress.com/2008/02/04/biografi-asy-syaikh-muhammad-bin-abdul-wahhab/

– Hal Penting yang bisa diambil dari Biografi Beliau –

>> kita melihat semangat beliau dalam menuntut ilmu. Menuntut ilmu lewat banyak guru.

>> Semangat melakukan perbaharuan dan arah perbaikan, di mana pun beliau berada pasti beliau mengajar.

>> Ilmu menjadi kunci dan solusi dalam menyelesaikan fitnah dan musibah. Orang yang larut dalam fitnah dan keluar dalam jalur ketaatan, biasanya orang tersebut sedikit perhatiannya terhadap ilmu dan sedikit penghormatannya terhadap para ulama. Orang2 yang dekat dgn ilmu akan lebih mudah mendapatkan taufik.

>> Kesabaran dan pengorbanan sangat penting sekali bagi seseorang menyebarkan kebaikan, menjadi pembaharu dalam menyebarkan kebaikan.

>> Syaikh tidak berjalan sendiri, dibantu murid, dibantu keluarga. Dakwah bukan kewajiban satu orang saja (gurunya saja), yang lain harus ikut mendukungnya.

>> Orang yang menyampaikan kebaikan tauhid, tidak perlu khawatir dengan gangguan musuh, dengan lisan orang-orang hasad, dengan aneka makar dan gangguan.

###

Catatan dari saya: Silakah unduh dan dangarkan penjelasan langsung dari Ustadz Dzulqarnain dalam rekaman audio untuk penjelasan yang lengkap, karena kemungkinan bisa ada pembahasan yang terlewat oleh saya saat merangkumnya dalam bentuk tulisan ini. Semoga bermanfaat. 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s