Catatan Kajian Ustadz Dzulqarnain – Kitab Tauhid – 1

Rangkuman Catatan dari Daurah Pertemuan Pertama (Muqaddimah 1)
Pembahasan Kitab Tauhid karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab At Tamimi -Rahimahullah-

Pemateri: Ustadz Dzulqarnain M Sanusi

Materi berupa audio bisa di download di sini : >>link download<< 

Untuk melihat isi Kitab Tauhid dalam format pdf di sini : Kitab tauhid – Syaikh Muhammad At-Tamimi

bismillah1

– Tauhid Adalah Ilmu yang Paling Mulia –

Tauhid adalah ilmu yang paling mulia. Kemuliaan suatu ilmu mengikuti tentang apa yang dipelajari. Tauhid berbicara tentang Allah dan menerangkan bagaimana seseorang memurnikan ibadah kepada Allah Yang Paling Mulia, Paling Besar dan Paling Perkasa. Jadi, ilmu yang mempelajari tentang Allah Subhanahu wa ta’ala adalah ilmu yang paling mulia di sisi-Nya. Tauhid adalah pondasi dan syarat diterimanya amalan, Allah Ta’ala tidak ridho amalan sebuah hamba tanpa didasari tauhid. Tak ada jalan menuju cinta dan rahmat Allah Subhanahu wa ta’ala kecuali melalui tauhid.

Tauhid adalah sumber kebaikan dan dasar segala kebahagian yang diperlukan oleh seorang hamba.

Ibnu Taymiyyah Rahimahullah berkata: Siapa yang memerhatikan keadaan alam semesta maka ia akan mendapatkan bahwa segala keshalihan (kebaikan) yang berada di muka bumi sebabnya adalah karena tauhid kepada Allah Subhanahu wa ta’ala, ibadah kepada-Nya dan taat kepada Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam. Dan Siapa yang memerhatikan keadaan alam semesta ia mendapatkan bahwa segala keburukan, segala fitnah, segala musibah, kekurangan makanan, kekukasaan musuh terhadap kaum muslimin, petaka yang menimpa, sebabnya karena menyelisihi Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam dan beribadah kepada selain Allah Subhanahu wa ta’ala. Siapa yang memerhatikan perkara ini dengan seksama, maka dia akan mendapatkan bahwa sumber kebaikan dan kejelekan semua terkait dengan masalah tauhid. Sepanjang seseorang berpegang pada tauhid itulah kebaikannya, dan ketika ia berpaling dari tauhid itulah keburukannya. Hal ini berlaku bagi manusia secara umum, maupun orang-orang tertentu.

Dalam perkataannya yang lain, Ibnu Taymiyyah Rahimahullah berkata: Sumber keshalihan adalah tauhid dan keimanan, dan sumber kerusakan adalah kesyirikan dan kekufuran.

Tidak ada udzur bagi mereka yg menghadap Allah Subhanahu wa ta’ala pada hari kiamat, lalu ia beralasan dia tidak sempat atau tidak ada tempat untuk belajar (tauhid).

Mempelajari tauhid hukumnya fardu ‘ain. Karena setiap orang di dalam kubur akan ditanya “siapa Tuhanmu?” jika di dunia pertanyaan ini terlihat mudah, jangan mengira akan mudah pula menjawabnya di alam kubur ketika malaikat Munkar dan Nakir bertanya dengan suara yang menggetarkan. Ini bukan perkara yang ringan, ini adalah perkara yang menentukan posisi kita di kemudian hari. Apakah kita bagian yang berbahagia melihat catatan amalannya dengan wajah berseri-seri atau menjadi seseorang yang bersedih saat melihat catatan amalannya.

– Definisi llmu Tauhid –

>> Tergabung dalam 2 kata: Ilmu & Tauhid

>> Syaikh Ibnu Utsaimin Rahimahullah ( Al-Aqidah As-Safariniyah) : ilmu tauhid adalah ilmu yang mengkaji atau membahas tentang Allah Subhanahu wa ta’ala, apa yang wajib diyakini tentang Allah Subhanahu wa ta’ala, apa yang tidak boleh atau terlarang untuk diyakini. Dan ilmu tauhid mencakup : Tauhid Rububiyah, Tauhid Uluhiyyah dan Al Asma was Sifat.

>> Syaikh Abdur Razaq Afifi Rahimahullah : ilmu tauhid adalah ilmu yang membahas tentang apa yang wajib disifatkan untuk Allah Subhanahu wa ta’ala dari sifat2 keagungan dan kesempurnaan, dan ilmu yang menerangkan apa yang mustahil terhadap Allah Subhanahu wa ta’ala dan segala sifat yang tidak layak dan menerangkan perbuatan2 yang boleh atau mungkin bagi Allah Subhanahu wa ta’ala. Juga menerangkan tentang apa yang wajib terhadap para Rasul dan Nabi, apa yang mustahil, dan apa yang boleh terhadap mereka. Ditambah pembahasan tentang keimanan terhadap kitab-kitab Allah Subhanahu wa ta’ala, para malaikat, hari pembangkitan, hari pembalasan, takdir baik dan buruk.

Kitab Tauhid karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab At Tamimi Rahimahullah memfokuskan dalam tauhid uluhiyyah (bagaimana memurnikan ibadah terhadap Allah Ta’ala dan mengenal kesyirikan yang bertentangan dengannya).

Kitab yang membahas tauhid & akidah secara global menerangkan 2 perkara:

1. Rukun iman 6 perkara :
a. Iman kepada Allah (dibagi menjadi 4 perkara)
>> Mengimani adanya Allah
>> Rububiyah Allah (mengimani bahwa Allah satu2nya yg mencipta dan mengatur segala perkara)
>> Uluhiyyah Allah (mengimani bahwa Allah satu2nya yg wajib diibadahi)
>> Mengimani nama-nama dan sifat Allah
b. Iman kepada Malaikat
c. Iman kepada Kitab
d. Iman kepada Rasul
e. Iman kepada Hari Akhir
f. Iman kepada Takdir Baik dan Buruk.
2. Penjelasan tentang perkara-perkara yang menjadi ciri pembeda antara Ahli Sunnah (pengikut kebenaran) dan Ahlul Bid’ah (pengikut kebatilan).

Penamaan ilmu Tauhid yang benar:
1. At-Tauhid
2. Al-Aqidah (Dari kata aqodah : sesuatu yg diikat dgn kuat)
3. As-Sunnah
4. Al-Iman (Iman secara umum mencakup islam secara luas)
5. As-Syariah
6. Usuluddin (usul/asal mula/sejati)
7. Al-Fiqhul akbar (fiqih besar karena tanpa Tauhid fiqih yang lainnya tidak bermanfaat)

Penamaan Bid’ah (tidak dikenal di kalangan salaf, bukan berasal dari umat Islam): ilmu kalam & ilmu filsafat.

###

Catatan dari saya: Silakah unduh dan dengarkan penjelasan langsung dari Ustadz Dzulqarnain dalam rekaman audio untuk penjelasan yang lengkap, karena kemungkinan bisa ada pembahasan yang terlewat oleh saya saat merangkumnya dalam bentuk tulisan ini. Semoga bermanfaat. 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s